Kemuliaan Dahsyat

Dengan cara apa saja saya dapat melayani di dalam gereja?
June 14, 2019

Kemuliaan DahsyatYehezkiel 1; Yohanes 20:29 ”datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.”(Yehezkiel 1:3). 

Setiap orang mempunyai pengalaman sendiri-sendiri saat bertemu dengan Tuhan. Ada orang yang bertemu Tuhan dengan cara yang ajaib, misalnya melihat visi atau penglihatan tentang seorang yang berjubah putih, diliputi terang, atau seorang malaikat yang gagah perkasa. Tetapi satu hal yang perlu dicamkan bahwa tidak semua orang memiliki pengalaman seperti ini, sebab tidak ada tertulis di Alkitab bahwa untuk diselamatkan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita harus mengalami penglihatan yang dahsyat, harus melihat seorang Pria dengan jubah yang memancarkan terang. Tetapi apa kata Yesus? Dia berkata, ” Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29).

Setiap kali ada orang yang mengalami penglihatan dahsyat, bukan berarti itu adalah perkara yang enak, sebab Tuhan pastilah akan memberikan tugas yang berat. Semakin besar kemuliaan dinyatakan, maka bisa jadi tugas itu akan semakin lebih berat lagi. Dan Allah memang adil. Kita lihat bagaimana Nabi Yehezkiel harus mengalami berbagai penderitaan karena tugasnya sebagai seorang nabi setelah mengalami berbagai kemuliaan yang dahsyat.

Bukankah kita juga seringkali mendengarkan ada orang yang mengalami penglihatan Kristus sebelum akhirnya dia bertobat. Tetapi karena latar belakangnya dari kelompok agama bergaris keras, ia harus mengalami aniaya yang begitu hebat, sampai-sampai ia hampir tidak kuat lagi. Tetapi pengalaman kemuliaan itu berhasil mengangkat semangatnya untuk melanjutkan hidupnya.

Jangan dijadikan parameter kalau seorang yang mengalami banyak penglihatan itu adalah orang yang lebih tinggi rohaninya. Dan yang lebih celaka kalau ada orang Kristen yang mengaku telah melihat Tuhan Yesus dan melihat berbagai penglihatan yang dahsyat. Uji setiap roh! 

Kalau kita tidak mengalami penglihatan, jangan kecewa karena sesungguhnya kita tetap dapat menikmati kemuliaan Allah melalui karunia dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari. 

Renungan :

Hidup dalam iman dan percaya tanpa melihat itulah yang menjadi kunci keselamatan orang benar. Jangan suka mencari hal-hal yang sensasional karena dasar iman kita bukanlah karena itu, tetapi karena iman kepada Tuhan Yesus.

Saat kita tidak melihat namun percaya kepadaNya, itulah anugerah yang terbesar.

admin
admin
Grow with us together on our church.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *